Jumat, 21 Desember 2012

koperasi sekolah dan koperasi jujur


KOPERASI SEKOLAH DAN KOPERASI JUJUR

Disini saya ingin menceritakan tentang koperasi di sekolah SMA saya, koperasi di SMA saya ada 2 yang pertama Koperasi sekolah dan yang kedua bernama Koperasi Jujur. Untuk koperasi sekolah, koperasinya berada dilantai bawah. Walaupun koperasinya tidak begitu besar, namun apa yang dijual di dalamnya itu sangat lengkap, dari mulai alat tulis, baju seragam, dasi, topi dan keperluan sekolah lainnya. Pengurus koperasinya juga terdiri dari guru dan ada juga siswa yang dipilih atau sukarela yang menjaga koperasi tersebut.
Harga yang ditetapkan di koperasi sekolah saya dulu juga standar, tidak terlalu mahal sehingga tidak memberatkan siswa. Koperasi sekolah memang sangat bermanfaat bagi siswa-siswinya karena mempermudah siswanya untuk bisa memenuhi kewajiban sekolah tanpa harus ke pasar. Contoh lain misalnya saat upacara bendera pada hari Senin, kadang ada siswa yang lupa membawa dasi atau topi, maka dari itu sebelum upacara dimulai, ia bisa membeli dasi atau topi di koperasi agar tidak terkena hukuman saat upacara karena beratribut tidak lengkap.
Kemudian yang kedua di sekolah saya juga ada koperasi jujur, koperasi ini juga terletak dilantai bawah. Koperasi ini juga menyediakan alat tulis, serta keperluan sekolah lainnya. Koperasi ini dinamakan koperasi jujur karena tidak ada yang menjaga dan melayani koperasi tersebut, siswa yang ingin membeli bisa mengambil sendiri dan melihat harga yang telah ditempel di dinding, dan membayarnya dengan meletakkan uangnya ditempat yang telah disediakan, jika ada kembalian, ya harus ambil sendiri pula uang kembaliannya. Maka dari itu dinamakan koperasi jujur, karena dengan seperti ini akan terbukti mana siswa yang jujur dan mana yang tidak jujur. Namun, siswa sedikit yang belanja di koperasi jujur ini, siswa lebih sering belanja di koperasi sekolah yang biasa. Padahal manfaatnya sama dengan koperasi sekolah biasa.
Sebelumnya juga pernah di sekolah saya dibuat kantin jujur, cara pebayarannya sama dengan koperasi jujur yaitu tidak ada yang menjaga dan melayani koperasi tersebut, siswa yang ingin membeli bisa mengambil sendiri dan melihat harga yang telah ditempel di dinding, dan membayarnya dengan meletakkan uangnya ditempat yang telah disediakan, jika ada kembalian, ya harus ambil sendiri pula uang kembaliannya. Yang dijual di dalam kantin jujur hanya makanan-makanan ringan saja. Namun kantin jujur ini tidak bertahan lama, disebabkan karena bangkrut yang berasal dari ketidakjujuran siswa, akahirnya kantin jujur di tutup. Namun koperasi jujur dan koperasi sekolah tetap terbuka dan tetap mempunya tujuan untuk mensejahterahkan siswa-siswi sekolahnya  J

perkembangan rokok yang semakin merajalela di kalangan remaja


PERKEMBANGAN ROKOK YANG SEMAKIN MERAJALELA DI KALANGAN REMAJA
                                       
            Perkembangan rokok sampai saat ini sangat melesat apalagi di kalangan remaja. Saya sangat sedih melihat para remaja zaman sekarang yang sudah kecanduan rokok. Mereka belum sadar padahal dengan merokok itu sama saja membakar uang dan paru-paru mereka sendiri. Saya khawatir beberapa tahun lagi bagaimana kondisi masa depan kita. Saya saja yang termasuk masih remaja sedih jika melihat teman saya yang kecanduan rokok, bahkan lebih memilih merokok daripada makan pada saat jam istirahat. Memang merokok itu hal yang wajar bagi kaum pria, namun dampaknya tidak baik bagi orang lain dan dirinya sendiri.
          Contohnya berdampak bagi orang lain itu saat ia naik kendaraan umum, di dalam kendaraan umum itu banyak orang yang bisa terdiri dari anak kecil, ibu hamil, orang sakit. Dan jika ia merokok di dalam angkutan umum tersebut, pasti orang lain di dalamnya menjadi perokok pasif. Perokok pasif juga membahayakan untuk paru-paru, karena asap rokok yang di hirupnya. Dan contoh dampak untuk dirinya sendiri yaitu lama kelamaan paru-parunya akan menjadi hitam karena rokok tersebut, dampaknya memang tidak sekarang, namun beberapa tahun lagi dampaknya.
        Apalagi zaman sekarang tidak hanya pria yang merokok, namun wanita juga mulai banyak yang merokok. Padahal dampak merokok bagi wanita itu sangat berbahaya, tidak hanya merusak paru-paru namun juga bisa membahayakan janin jika sedang mengandung.
       Biasanya mereka yang berhenti merokok ketika sudah mulai sakit atau sudah berumur, namun jika belum sakit dan belum berumur mereka belum mau berhenti merokok. Saat ini anak SMP saja sudah banyak yang merokok, padahal mereka tidak tahu dampak ke depannya buruk bagi mereka sendiri. Biasanya mereka melakukan itu karena pergaulan yang tidak terkontrol dengan baik, dan juga karena kurangnya informasi tentang rokok. Oleh karena itu saya sangat senang jika di sekolah atau universitas itu mengadakan seminar atau pembahasan tentang dampak rokok bagi kesehatan. Karena hanya cara itu yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi kecanduan rokok tersebut.
      Tanpa mereka sadari mereka merokok itu hanya membakar uang mereka sendiri, jika ia tidak merokok mungkin uang itu bisa digunakan untuk yang lain yang lebih bermanfaat, dengan begitu ia juga membantu kondisi ekonomi keluarga mereka, bukan malah membakar uang dengan cara merokok. Namun, memang susah jika ingin menghentikan kebiasaan merokok, harus dilakukan dengan niat terlebih dahulu.
      Sampai saat ini belum ada cara penanggulangan rokok yang benar-benar mampu membuat masyarakat kapok akan merokok. Maka dari itu mulai sekarang kita harus saling mengingatkan kepada teman, saudara, adik atau kakak kita yang merokok untuk segera dihentikan, agar tidak menjadi dampak yang buruk untuk masa depan mereka dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehatJ


Belajar memulai bisnis


BELAJAR MEMULAI BISNIS

    Usaha yang pernah saya jalani adalah usaha aksesoris, awal mulanya saya menjalankan bisnis ini dari sewaktu saya masih duduk dibangku SMA. Bermula dari hobi mengoleksi aksesoris seperti bando, kunciran, jepitan, kalung, gelang, anting-anting dan lain-lain.
      Saya sempat berfikir dari pada membeli lebih baik membuat kreasi sendiri. Akhirnya  saya mulai mencobanya membuat kreasi sendiri dengan bahan seadanya, awalnya saya tidak percaya diri memakai hasil kreasi saya sendiri. Namun ternyata teman-teman di sekolah memberi motivasi dan sangat mendukung saya untuk melanjutkan kreasi saya ini dan memulai bisnis ini.
     Saya pun berminat menjalankan bisnis ini, saya mulai melakukan bisnis ini pelan-pelan, sedikit demi sedikit, dengan modal sedikit dari sisa uang jajan dan bahan seadanya. Bahan-bahannya yaitu kain perca, renda-renda, kancing-kancing, benang jahit warna warni, benang wol, lem tembak, jarum jahit, jepit tiptop, dan lain sebagainya. Bahan – bahan tersebut di dapatkan dari kain bekas yang masih bagus dan yang masih bisa digunakan yang ada dirumah. Karena saya mau melihat dulu jika banyak yang  tertarik baru saya akan membeli kain dan bahan-bahaan yang baru dan lebih bagus lagi.
     Awalnya saya menjalani usaha ini tidak terlalu yakin karena hanya memiliki modal sedikit, akan tetapi atas dukungan teman-teman lain di sekolah, saya menjadi lebih yakin dan tetap ingin menjalankan bisnis ini.
     Saya menjualnya dari harga Rp. 2000 sampai harga Rp. 10000. Saya tidak mau menjual dengan harga yang terlalu mahal karena saya sesuaikan dengan dimana saya berjualan, yakni disekolah, jadi saya harus sesuaikan dengan rata-rata uang jajan teman-teman saya agar tidak kemahalan. Sekarang saya tidak hanya menawarkan di sekolah tapi juga mulai menawarkan ke lingkungan luar, dan sampai ke universitas ini. Dan sekarang bisnis saya ini telah melambung dan berkembang. Alhamdulillah saya juga sudah menghasilkan keuntungan yang lumayan besar dari hasil kerja keras saya sendiri, walaupun hanya usaha kecil tapi saya puas dengan hasil kreasi saya sendiri.
      Walaupun bisnis saya ini sudah melambung dan berkembang, namun saya tidak akan sombong dan akan tetap melanjutkan bisnis ini, bahkan saya juga berencana untuk menambahkan aksesoris lainnya. Karena menurut saya menjalankan bisnis itu harus didasarkan dengan rasa niat, bukan hanya ingin sekedar mencoba, seseorang pembisnis itu harus memiliki jiwa tekun, ulet, sabar, bertanggung jawab dan berani mengambil resiko, tidak takut akan kegagalan, karena kegagalan adalah awal kesuksesan J