Rabu, 06 Mei 2015

TUGAS 2 - E-MARKETPLACE

E- MARKETPLACE

Perkembangan zaman sekarang semakin hari semakin meningkat. Pertumbuhan  perekonomian dan teknologi dewasa ini semakin lama juga semakin meningkat. Seiring dengan perkembangan zaman, ekonomi dan teknologi yang semakin meningkat, maka dalam kesempatan ini, saya akan membahas mengenai e-Marketplace. Dengan berkembangnya teknologi internet, secara tidak langsung membentuk sebuah pasar atau arena perdagangan tersendiri yang kerap dinamakan sebagai e-Marketplace (beberapa praktisi manajemen menyebutnya sebagai Marketspace). Sebagaimana pasar dalam pengertian konvensional, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli, di dalam e- Marketplace berinteraksi pula berbagai perusahaan-perusahaan di dunia tanpa dibatasi oleh teritori ruang (geografis) maupun waktu. Beragam produk dan jasa dalam berbagai bentuknya dicoba ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang telah “go internet” ini dalam berbagai domain industri, sehingga menghasilkan suatu nilai dan volume perdagangan yang tidak kalah besar dari pasar konvensional. E-marketplace ini juga berkembang di negara-negara di dunia termasuk di Indonesia. Di dalam dunia maya, secara prinsip, e-Marketplace berkembang melalui empat tahapan evolusi berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Warran D. Raisch.
Ada empat tahapan evolusi E-Marketplace yaitu:
1.                  Commodity Exchanges
Pada bentuk awal ini, e-Marketplace merupakan arena tempat bertemunya berbagai pihak atau entiti yang memilki tujuan utama untuk berdagang (transaksi jual-beli). Produk atau jasa yang paling cocok untuk diperdagangkan dalam e- Marketplace ini adalah yang bersifat komoditas. Alasannya adalah karena selain sesuai dengan karakteristik transaksi dagang yang cepat dan berjangka pendek, barang-barang komoditas ini mudah sekali menentukan harganya sehingga tidak sulit jika dipertukarkan secara internasional (dengan memakai standar pembayaran semacam kartu kredit dan transfer bank). Perbedaan yang mendasar antara pasar konvensional dengan e-Marketplace jenis ini adalah pada konsep transparansi. Di sisi pembeli (buyer transparency), besar sekali manfaat yang diperoleh jika bertransaksi di pasar ini karena melalui internet harga-harga produk maupun jasa dapat secara transparan diketahui. Artinya, karena begitu banyaknya pemasok (suppliers) produk atau jasa yang sama, maka seorang calon pembeli dapat melakukan pengecekan dan perbandingan antara masing-masing harga yang ditawarkan tersebut, tentu saja dengan tujuan untuk mencari harga termurah. Selain harga, transparansi terhadap kualitas pelayanan, aturan garansi, fasilitas asuransi, dan jaminan pelayanan purna jual merupakan beberapa hal yang dapat pula diperbandingkan keberadaannya oleh para calon pembeli. Untuk produk-produk khusus, dimana tidak banyak pemasok yang menawarkannya, aspek transparansi dapat pula terlihat, karena pembeli dapat melakukan perhitungan tersendiri mengenai tingkat kewajaran harga yang ditawarkan pemasok tersebut (karena pada dasarnya sebuah perusahaan harus melalui beberapa tahap aktivitas/proses penciptaan produk yang dengan mudah dapat dihitung biayanya per tahap melalui pengecekan lansung di internet). Di sisi penjual pun manfaat transparansi dapat diperoleh (supplier tranparency). Manfaat pertama adalah diketahuinya tingkat kompetitif yang ada dengan cara mempelajari bagaimana para pesaingan bisnisnya berusaha merebut calon pembeli yang ada di internet. Dengan mengetahui hal tersebut, maka dengan mudah dapat disusun strategi bersaing yang efektif tanpa harus mengeluarkan biaya khusus (biasanya dialokasikan untuk mempelajari pasar dan perilaku pelanggan). Manfaat kedua adalah sebuah perusahaan pemasok dapat benar-benar memilih rekanan atau mitra kerja bisnisnya yang paling cepat, murah, dan berkualitas baik, karena dengan mudahnya pemasok tersebut dapat melakukan pengecekan terhadap kinerja mitra bisnis tersebut melalui internet. Mekanisme transparansi yang terjadi di e-Marketplace ini perlahan-lahan akan membentuk sebuah pasar perdagangan yang sangat efisien, yang terasa sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terjadi di pasar konvensional. Bentuk-bentuk bisnis semacam lelang dan jual-beli produk retail merupakan primadona dalam arena perdagangan virtual ini.
2.                  Value Added Services
Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace akan menuju kepada terbentuknya sebuah arena dimana terciptanya sebuah bentuk penawaran­penawaran baru terhadap sebuah metode jual-beli yang belum/sulit terjadi di pada pasar konvensional (value added services). Filosofi utama yang mendasari jenis perdagangan ini adalah suatu pandangan yang mengatakan bahwa setiap konsumen (atau calon pembeli) adalah unik, sehingga mereka sebenarnya mengharapkan untuk memperoleh atau dapat membeli produk atau jasa yang khusus sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan masing-masing individu. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu menghasilkan dan menawarkan produk atau jasa yang dapat di‑tambahsulam-kan (tailor made) sesuai dengan keinginan unik pelanggan. Selain variasi produk yang dapat disesuaikan, harga, cara pengiriman, lama garansi, jenis asuransi, dan hal-hal lain pun dapat dipilih sesuka hati konsumen. Di e- Marketplace, hal ini sangat mudah dilakukan karena banyak sekali aspek-aspek penciptaan produk atau jasa yang dapat dengan mudah di-digitalisasi-kan. Semakin hal serupa tidak dapat dilakukan di pasar konvensional, semakin besar value added yang ditawarkan oleh e-Marketplace. Industri dengan produk -produk yang dapat di - digital-kan merupakan primadona di e-Marketplace ini seperti: media dan publikasi, musik dan rekaman, hiburan, kurir, dan lain sebagainya.
3.                  Knowledge Networks
Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace adalah menuju ke sebuah komunitas yang berbasis pengetahuan (knowledge). Perusahaan adalah merupakan kumpulan dari sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang beragam. Interaksi antara perusahaan dengan mitra bisnis, stakeholder (yang berkepentingan), dan konsumen merupakan tidak hanya merupakan sebuah komunikasi pasif belaka, namun di dalamnya terkandung aspek-aspek pengetahuan yang secara sadar atau tidak saling dipertukarkan. Lihatlah bagaimana dengan hanyaberbekal fasilitas browsing dan situs-situs portal, seseorang yang sangat awam di bidang tertentu dalam waktu singkat dapat memiliki berbagai referensi berharga berkualitas tinggi untuk dipelajari. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa hanya dengan berbekal email dan situs (homepage), seorang individu dapat mengembangkan bisnis dengan berbagai sumber daya data dan informasi yang telah tersedia gratis di internet. Di samping itu, perusahaan pun dapat “belajar” banyak dari perusahaan-perusahaan lain, baik yang merupakan mitra bisnis atau pun para pesaingnya. Konsumen pun menjadi bertambah “pintar” karena hampir tidak ada lagi hal yang dapat disembunyikan oleh para penjual produk atau jasa. Hampir tidak ada lagi produk atau jasa dengan kualitas buruk yang mampu bertahan lama di pasaran karena konsumen akan “diberitahu” oleh sumber-sumber lain melalui internet mengenai produk atau jasa yang buruk mutunya tersebut. E-Marketplace ini secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas perdagangan di dalam kehidupan manusia, karena sudah tidak ada lagi yang dapat dikelabui atau “dibodohi” oleh siapapun. Setiap tawaran, ajakan, data, maupun informasi dapat dengan mudah dicek kebenarnnya di internet.
4.                  Value Trust Networks
Akhirnya e-Marketplace akan berkembang ke sebuah jejaring yang merupakan pusat bertemunya berbagai individu, komunitas, institusi, perusahaan, bisnis, pemerintah, negara, dan entiti-entiti lain yang kehadirannya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Berbagai interaksi yang tidak efisien dan efektif lagi dilakukan di pasar konvensional akan segera beralih ke e-Marketplace. Komunitas manusia akan terbentuk di dunia maya berdasarkan kepentingannya masing-masing (workgroups). Tentu saja interaksi tersebut dapat terwujud jika jejaring e-Marketplace yang ada dapat dipercaya. Berbagai prasyarat yang harus dipenuhi oleh e-Marketplace untuk menuju kepada lingkungan tersebut di antaranya adalah: faktor keamanan dalam bertransaksi, jaminan privasi dalam berkomunikasi, adanya standar pertukaran informasi antar institusi yang disepakati, dan berlakunya hukum dunia maya yangefektif.
Pada akhirnya nanti, akan terjadi konvergensi yang utuh antara pasar konvensional dengan e-Marketplace. Apapun bentuknya nanti, yang pasti akan mendatangkan dampak positif dan negatif bagi kelangsungan hidup manusia. Yang penting untuk dicermati adalah bagaimana memanfaatkan kemajuan dan inovasi teknologi yang ada untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Tanpa adanya usaha ke arah itu, niscaya kehadiran teknologi justru akan mempercepat kemusnahan komunitas manusia di bumi ini.         
Dari munculnya elektronik marketplace, terutama internet, merubah beberapa hal dalam proses untuk trading dan supply chain. Perubahan ini yang dimotori oleh IT menghasilkan :
1.                  Informasi yang lebih bagus dalam lingkungan bertransaksi & hubungan.
2.                  Biaya untuk mencari informasi yang lebih rendah untuk buyer.
3.                  Menghilangkan informasi yang membingungkan bagi seller & buyer.
4.        Pemisahan sementara yang lebih baik antara waktu pembelian dengan waktu pemprosesan produk digital yang dibeli di e-marketplace.
5.                  Pembeli dan penjual bisa berada di tempat yang berbeda.
Komponen Ruang Pasar
Sama dengan fisik marketplace, pada marketplace (ruang pasar), pembeli dan penjual bertukar barang dan jasa untuk uang (untuk barang dan jasa lain, terdapat sistem barter), tetapi mereka juga melakukannya secara elektronik. Marketspace meliputi transaksi elektronik yang membawa pola distribusi yang baru bagi barang dan jasa. Komponen utama dan pemain dalam marketspace adalah customer, penjual, barang, dan jasa (fisikal atau digital), infrastruktur, front end, back end, perantara, partner bisnis lainnya, dan jasa pendukung.
1.                  Customer
10 juta orang di dunia ini yang membuka internet merupakan pembeli potensial atas barang dan jasa yang ditawarkan atau diiklankan di internet. Pembeli mencari perbandingan harga, barang sesuai pesanan, barang kolektor, entertainment, dan lain-lain. Mereka adalah pengemudi. Mereka bisa mencari informasi yang detail, membandingkan, menawar, dan terkadang bernegosiasi. Organisasi tersebut adalah customer terbesar, lebih dari 85% dari aktivitas EC.
2.                  Penjual
Berjuta orang terdaftar di website mempromosikan dan menawarkan berbagai variasi barang. Setiap hari terdapat penawaran baru produk dan jasa. Penjuat bisa menjuat langsung dari website mereka atau dari e-marketplace.
3.                  Produk dan jasa
Satu perbedaan utama dari marketplace dan marketspace yaitu kemungkinan banyaknya produk dan jasa di marketspace. Meskipun kedua tipe pasar bisa menjual produk fisik, marketspace juga bisa menjual produk digital, dimana barang bisa ditransformasi ke format digital dan diberikan melalui internet. Penyampaian bisa dalam bentuk software, music dan terdapat kemungkinan untuk mengirim produk dan jasa lainnya, yang terdapat pada online exhibit 2.1. produk digital memiliki perbedaan biaya daripada produk biasa. Pada hal ini, biasanya biaya adalah tetap dan biaya variabel sangatlah rendah. Meskipun demikian, keuntungan bisa meningkat begitu cepat.
4.                  Infrastruktur
Infrastruktur marketspace meliputi jaringan elektronik, hardware, software, dan lain-lain.
5.                  Front end
Customer berinteraksi dengan marketspace melalui front end. Komponen dari front end bisa meliputi pintu gerbang penjual, katalog elektronik, shopping cart, search engine, dan pintu pembayaran.
6.                  Back end
Semua aktivitas berhubungan dengan agregasi pesanan dan pemenuhan, manajemen persediaan, pembelian dari supplier, accounting, keuangan,proses pembayaran, packaging, pendistribusian yang dinamakan back end dari sebuah bisnis.
7.                  Perantara
Dalam marketing, perantara merupakan orang ketiga yang mengoperasikan hubungan antara penjual dan pembeli. Perantara menawarkan jasa mereka dalam web. Peranan dari perantara disini berbeda dengan peranan perantara pada umumnya. Perantara online menciptakan dan mengatur pasar online. Mereka membantu mencocokkan pembeli dan penjual, menyediakan jasa infrastruktur, dan membantu customer dan atau penjual dalam menyelesaikan transaksi. Mereka juga membantu sangat banyak transaksi yang ada pada jasa penyediaan, seperti didemonstrasikan pada WebMD. Perantara online biasanya beroperasi dengan sistem komputer.
8.                  Partner bisnis lainnya
Selain perantara, terdapat beberapa tipe partner bisnis, seperti pengiriman yang berkolaborasi melalui internet, dan partner lain yang biasanya berkaitan dengan supply chain.
9.                  Jasa pendukung
Banyak jasa pendukung yang tersedia, mulai dari pengesahan sertifikat, jaminan orang ketiga, sampai penyedia layanan.
Fungsi Pasar
1.                  Menyamakan pembeli dan penjual fasilitas bertransaksi infrastruktur institusional.
2.                  Penentuan penawaran produk logistik legal.
3.                  Keistimewaan produk yang ditawarkan oleh penjual penyampaian informasi, barang, dan jasa kepada pembeli kode pemasaran, hukum kontrak, pemecahan perselisihan, proteksi kepemilikan.
4.                  Penyatuan berbagai jenis produk hukum eksport dan import.
5.                  Pencarian (pembeli oleh penjual dan penjual oleh pembeli) penempatan regulasi.
6.         Informasi mengenai produk dan harga transfer pembayaran kepada penjual peraturan dan regulasi, pengawasan, dan peyelenggaraan.
7.                  Mengorganisasi penawaran dan pertukaran.
8.                  Mencocokan penawaran penjual dengan tingkat kesukaan / pilihan pembeli.
9.                  Penemuan harga kepercayaan.
10.           Proses dan hasil dari penentuan harga. sistem kredit, reputasi, peringkat agen seperti customer report dan BBB, hal rahasia yang disimpan pihak ketiga, dan agensi online yang bisa dipercaya.
11.              Membolehkan perbandingan harga.
Tipe Marketplace
Ini adalah tipe dari e-marketplace. B2C e-marketplace adalah storefront dan internet mall.
1.                  Electronic Storefront
Electronik storefront adalah suatu perusahaan website dimana mereka menjual produk dan jasa. Ini adalah toko elektronik. Storefront ini dimiliki oleh manufaktur atau retail atau penjualan individu dari rumah atau tipe bisnis lainnya. Storefront mencakup beberapa mekanisme yang sangat diperlukan untuk mengarahkan dan memimpin penjualan. Mekanisme yang sering ada yaitu katalog elektronik, search engine yang membantu customer menemukan produk yang terdapat di katalog, electronic cart yang memiliki berbagai item, fasilitas pelelangan online, payment gateaway yang mengatur pembayaran, lapangan pengiriman diamna pengiriman diatur, dan customer service, yang meliputi produk dan informasi mengenai garansi.
2.                  Electronic Mall
Sebagai tambahan untuk berbelanja pada storefront pribasi, consumer bisa juga berbelanja pada electronic mall (e-mall). Sama seperti mal pada dunia fisik, e-mall adalah tempat berbelanja omline yang bertempat dibanyak toko bertempat. Contoh hawaii.com adalah e-mall yang menjual barang-barang dan toko di hawaii. Itu mencakup direktori produk kategori dan toko pada setiap kategori. Ketika consumer mengindikasi kategori yang ia inginkan, consumer ditransfer kepada storefront pribadi yang cocok dengan keinginannya. Mall seperti ini tidak menyediakan jasa. Ini hanya merupakan direktori. Ada mall-mall lain yang khusus menyediakan jasa. Beberapa mall biasanya sangat besar, yang didalamnya terdapat banyak penjual virtual.
Tipe Toko dan Mall
Ini adalah beberapa tipe toko dan mall :
1.                  Toko / mall umum
Ini adalah marketspace yang besar yang menjual semua tipe produk/ contoh amazon.com, choicemall.com, shop4.vcomshop.com, spree.com dan portal publik yang besar seperti yahoo.com, aol.com, lycos.com. semua departemen yang besar dan toko diskon termasuk dalam kategori ini.
2.                  Toko / mall spesial
Mereka hanya menjual satu tipe atau beberapa tipe produk, seperti buku,bunga.anggur, mobil, atau hewan. Amazon.com memulai bisnisnya sebagai spesial penjual buku, namun sekarang telah berubah menjadi general store. 1800flowers.com hanya menjual bunga dn hadiah yang berkaitan. Fashonmall/beautyjungle spesialisasi pada produk kecantikan, tips, dan trend mode. Cattoys.com menjual berbagai macam mainan kucing. Uvine.com menjual anggur.
3.                  Regional vs toko global
Beberapa toko, seperti e-grocers atau penjual furnitur, melayani customer yang berada pada lingkungannya saja. Contoh parknshop.com hanya melayani hongkong
Untuk memudahkan penjualan secra online, website membutuhkan EC merchant server software. Fungsi utama yang ditawarkan oleh software meliputi katalog elektronik, search engine, dan shopping cart.
1.                  Katalog Elektronik
Dari generasi ke generasi, katalog berupa kertas yang dicetak. Tetapi katalog elektronik berbentuk CD-ROM dan internet yang mempopulerkannya. Katalog elektronik berisi database produk, directory, kapabilitas untuk mencari, dan fungsi untuk mempresentasikannya. Untuk pedagang, tujuan dar katalog itu adalah untuk menunjukkan informasi atas produk dan jasa. katalog elektronik bisa dicari secara cepat dengan bantuan search engine dan mereka dangat menark bentuknya. Mayoritas dari katalog elektronik yang pertama kali terbit hanya berupa teks dan gambar yang dicetak dari katalog. Tetapi sekarang katalog elektronik mulai berubah menjadi lebih dinamis, mudah menyesuaikan dan bisa dipadupadankan dengan prosedur penjual dan pembeli. katalog elektronik sekarang lebih gampang berintegrasi dengan shopping cart, penerimaan pesanan, dan pembayaran.
Keuntungan dan kerugian dari katalog online sama dengan katalog kertas. Meskipun katalog online memiliki keuntungan yang signifikan, seperti gampang diupdate, bisa terintegrasi dengan proses pembelian, meliputi spektrum yang besar dari produk, interaktif, bisa disesuaikan dengan pesanan, dan beberapa keuntungan lainnya, mereka juga memiliki kerugian dan keterbatasan. Customer memerlukan komputer dan akses internet, memiliki banyak katalog kertas, jika tidak bisa digantikan dengan katalog online. Koran dan majalah yang dicetak tidak memiliki batas waktu sehingga katalog kertas tidak akan hilang kegunaannya. Kelihatannya, akan ada ruang yang sama untuk kedua media di masa yang akan datang.
2.                  Mesin Pencari
Mesin pencari adalah program komputer yang bisa mengakses database dari sumber internet, mencari informasi spesifik berdasarkan kata kunci dan melaporkan hasilnya. Google, Altavista, Lycos adalah mesin pencari yang paling popular,. Portal seperti Aol,Yahoo, dan Msn memiliki mesin pencari tersendiri. Sebagai tambahan, sebagian besar perusahaan memiliki mesin pencari dalam portal mereka.
3.                  Shopping Carts
Elektronik shopping carts adalah teknologi proses pemesanan yang memudahkan customer untuk mengakumulasikan item yang mereka ingin beli sementara mereka bisa terus berbelanja. Hal ini hampir sama dengan shopping carts pada dunia fisik. Program software dari Elektronik shopping carts memudahkan cuatomer untuk memilih item, melihat ulang apa yang telah dipilih, membuat perubahan, dan terakhir menjadikan list belanjaan. Mengklik pada “buy” akan mengacu pada pembelian yang sesungguhnya.

            Di Indonesia, perkembangan e-marketplace berkembang pesat, karena banyak konsumen yang tertarik menggunakannya dan banyak manfaat yang di dapatkan oleh konsumen. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin lama e-marketplace akan lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang, itu berarti bahwa Indonesia bisa sebanding dengan negara – negara lainnya yang juga telah menggunakan e-marketplace dalam kesehariannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar